makalah kewarganegaraan
BAB I
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara keanekaragaman (pendapat, kepercayaan, hubungan dsb) memerlukan suatu
perekat agar bangsa yang bersangkutan dapat bersatu guna memelihara keutuhan
negaranya. Suatu bangsa dalam menyelenggarakan kehidupannya tidak terlepas dari
pengaruh lingkungannya yang didasarkan atas hubungan timbal balik atau kait
mengait antara filosofi bangsa, ideologi, aspirasi, dan cita-cita yang
dihadapkan pada kondisi sosial masyarakat, budaya dan tradisi, keadaan alam
dan wilayah serta pengalaman sejarah.
Upaya pemerintah dan rakyat menyelenggarakan kehidupannya, memerlukan suatu
konsepsi yang berupa Wawasan Nasional yang dimaksudkan untuk menjamin kelangsungan
hidup, keutuhan wilayah serta jati diri.Wawasan nasional itu yang selanjutnya
menjadi pandangan atau visi bangsa dalam menuju tujuannya.
Kata
wawasan berasal dari bahasa Jawa yaitu wawas (mawas) yang artinya melihat atau
memandang, jadi kata wawasan dapat diartikan cara pandang atau cara melihat.
Kehidupan Negara senantiasa dipengaruhi perkembangan lingkungan strategik
sehingga wawasan harus mampu memberi inspirasi pada suatu bangsa dalam
menghadapi berbagai hambatan dan tantangan yang ditimbulkan dalam mengejar
kejayaannya.
Dalam mewujudkan aspirasi dan
perjuangan ada 3 faktor penentu utama yang harus di perhatikan oleh suatu
bangsa yaitu:
1. Bumi/ruang
dimana bangsa itu hidup.
2. Jiwa, tekad dan
semangat manusia/rakyat.
3. Lingkungan.
Wawasan nasional adalah cara pandang sutu bangsa yang telah menegara
tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang serba terhubung
(interaksi dan interelasi) serta pembangunanya di dalam bernegara di
tengah-tengah lingkungannnya baik nasional, regional, maupun global.
2. RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah dalam penulisan makalah ini adalah Wawasan Nusantara dan
Geopolitik. .
3. BATASAN MASALAH
Batasan masalah dalam
penulisan makalah ini adalah;
1. Pengertian
wawasan nasional.
2. Teori-teori
paham kekuasaan.
3. Teori-teori
geopolitik.
4. Konsep-konsep
geopolitik yang berkembang.
5. Latar belakang
pemikiran wawasan nasional Indonesia.
6. Konsepsi dan
kedudukan wawasan nusantara.
7. Arah
pandang dan fungsi wawasan nusantara.
8. Implementasi
wawasan nusantara dalam kerangka konsep geopolitik.
9. Tantangan dalam
mengimplementasikan wawasan nusantara.
BAB II
PEMBAHASAN
WAWASAN NUSANTARA DAN GEOPOLITIK
A. PENGERTIAN
WAWASAN NASIONAL
Wawasan
nasional menurut Prof Wan Usman adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai
diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan
yang beragam.Wawasan Nusantara menurut kelompok kerja Lemhamnas 1999, wawasan
nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan
lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan
persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan
nasional. Landasan dari Wawasan Nusantara itu sendiri secara idiil adalah
berasaskan Pancasila, sedangkan secara konstitusional diatur di dalam UUD 1945.
Jadi, Wawasan nasional adalah cara
pandang suatu bangsa yang telah menegara tenteng diri dan lingkungannya dalam eksitensinya yang serba terhubung (interaksi dan
interelasi) serta pembangunannya bernegara di tengah-tengah lingkungannya,baik
nasional,regional,maupun global.
Unsur dasar Wawasan Nusantara antara
lain:
1. Wadah
Wadah kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sifat serba
nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk serta aneka ragam budaya.
2. Isi
Adalah aspirasi bangsa yang berkembang di
masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan
UUD 1945.
3. Tata laku
Hasil interaksi antara wadah dan isi
wasantara yang terdiri dari :
§ Tata laku Bathiniah yaitu
mencerminkan jiwa, semangat, dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia.
§ Tata laku Lahiriah yaitu tercermin
dalam tindakan, perbuatan, dan perilaku dari bangsa Indonesia.
Kedua tata
laku tersebut mencerminkan identitas jati diri atau kepribadian bangsa
berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan yang memiliki rasa bangga dan cinta
terhadap bangsa dan tanah air sehingga menimbulkan rasa nasionalisme yang
tinggi dalam semua aspek kehidupan nasional.
Hakekat
Wawasan Nusantara adalah keutuhan nusantara atau nasional, dalam pengertian
tentang tata cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara
dan demi kepentingan nasional. Sedangkan asas Wawasan Nusantara terdiri dari:
1) Kepentingan/Tujuan
yang sama
2) Keadilan
3) Kejujuran
4) Solidaritas
5) Kerjasama
6) Kesetiaan
terhadap kesepakatan
Dengan latar
belakang budaya, sejarah, kondisi, dan konstelasi geografi serta memperhatikan
perkembangan lingkungan strategis, maka arah pandang wawasan nusantara meliputi
:
1. Ke dalam
Bangsa Indonesia harus peka dan berusaha mencegah dan mengatasi sedini mungkin factor-faktor penyebab timbulnya
disintegrasi bangsa dan mengupayakan tetap terbina dan terpeliharanya persatuan
dan kesatuan.
2. Ke luar
Bangsa Indonesia dalam semua aspek kehidupan internasional harus berusaha untuk
mengamankan kepentingan nasional dalam semua aspek kehidupan baik politik,
ekonomi, sosial-budaya, pertahanan, dan keamanan demi tercapainya tujuan
nasional.
Kedudukan
Wawasan Nusantara berdasarkan paradigma nasional dapat dilihat dari hirarkhi
paradigma nasional sebagai berikut:
o Pancasila
(dasar negara)
=>Landasan Idiil
o UUD 1945
(Konstitusi negara)
=>Landasan Konstitusional
o Wasantara
(Visi bangsa)
=>Landasan Visional
o Ketahanan
Nasional (KonsepsiBangsa)
=>Landasan Konsepsional
o GBHN
(Kebijaksanaan Dasar Bangsa)
=>Landasan Operasional
Tujuan Wawasan Nusantara adalah mewujudkan
nasionalisme yang tinggi di segala bidang dari rakyat Indonesia yang lebih
mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan orang-perorangan,
kelompok, golongan, suku bangsa, ataupun daerah.
B.
TEORI –
TEORI PAHAM KEKUASAAN
Paham-Paham Kekuasaan Menurut Tokoh-Tokoh Sejarah
1. Kekuasaan
menurut Machiavelli bersandar pada pengalaman manusia.
Kekuasaan
memiliki otonomi terpisah dari nilai moral. Karena menurutnya, kekuasaan
bukanlah alat untuk mengabdi pada kebajikan, keadilan, dan kebebasan dari
Tuhan, melainkan kekuasaan sebagai alat untuk mengabdi pada kepentingan negara.
Dalam pemikiran Machiavelli kekuasaan memiliki tujuan menyelamatkan kehidupan
negara dan mempertahankan kemerdekaan. Hal ini dapat dilihat dalam karyanya The
Prince, di mana kekuasaan seharusnya merujuk pada kepentingan kekuasaan itu
sendiri, tidak lain untuk mewujudkan kekuasaan yang kuat. Ia menyarankan
penguasa, sebagai pemilik kekuasaan negara harus mampu mengejar kepentingan
negara, demi kejayaan, dan kebesarannya. Penguasa harus mampu menjaga
kedaulatan negara dari berbagai ancaman yang mungkin terjadi, untuk itu
penguasa harus prioritaskan stabilitas negara dan selalu dalam kondisi siaga
dalam menghadapi berbagai kemungkinan serangan musuh. Untuk itu penguasa
haruslah memperkuat basis pertahanan dan keamanan negara serta kedaulatan dan
kesatuan negara harus diprioritaskan. Dalam konteks ini, menurut Machiavelli,
hukum memiliki peranan sebagai penengah untuk mencapai persatuan dan kesatuan
bangsa negara. Namum hukum tidak akan berjalan tanpa adanya intervensi dukungan
penguasa. Peranan hukum yang besar dalam upaya terciptanya stabilitas kekuasaan
akan lebih baik apabila didukung oleh kekuatan militer.
2. Paham Kaisar
Napoleon merupakan tokoh revolusioner di bidang cara pandang, selain penganut
baik pemahaman dari Machiavelli. Napoleon berpendapat bahwa perang di masa
depan akan merupakan perang total yang mengerahkan segala upaya dan kekuatan
nasional. Kekuatan ini juga perlu didukung oleh kondisi sosial-budaya berupa
ilmu pengetahuan teknologi demi terbentuknya kekuatan pertahanan dan keamanan
untuk menduduki dan menjajah negara-negara di sekitar Prancis. Ketiga postulat
Machiavelli telah diimplementasikan dengan sempurna oleh Napoleon, namun
menjadi bumerang bagi dirinya sendiri sehingga di akhir kariernya ia dibuang ke
Pulau Elba.
3. Paham
Jenderal Clausewitz sempat terusir oleh tentara Napoleon dari negaranya sampai
ke Rusia. Clausewitz akhirnya bergabung dan menjadi penasihat militer Staf Umum
Tentara Kekaisaran Rusia. Sebagaimana kita ketahui, invasi tentara Napoleon
pada akhirnya terhenti di Moskow dan diusir kembali ke Perancis. Clausewitz,
setelah Rusia bebas kembali, diangkat menjadi kepala staf komando Rusia. Di
sana dia menulis sebuah buku mengenai perang berjudul Vom Kriege (Tentara
Perang). Menurut Clausewitz, perang adalah kelanjutan politik dengan cara lain
Baginya, peperangan adalah sesuatu yang sah-sah saja untuk mencapai tujuan
nasional suatu bangsa. Pemikiran inilah yang membenarkan Rusia berekspansi
sehingga menimbulkan perang Dunia I dengan kekalahan di pihak Rusia atau
Kekaisaran Jerman.
4. Paham
Feuerbach dan hegel menimbulkan dua aliran besar barat yang berkembang di dunia
yaitu kapitalisme di satu pihak dan komonisme di pihak lain.pada abat ke-xvll
paham perdagangan bebas yang merupakan nenek moyang liberalisme sedang
marak,saat itu orang berpendapat bahwa ukuran keberhasilan ekonomi suatu Negara
adalah sebarapa besar surflus ekonominya.paham ini memicu nafsu kolonoalisme
Negara eropa barat udalam mencari emas ke tempat yang lain,inilah yang memotivasi
colombus untuk mencari daerah baru.paham ini juga yang mendorong belanda untuk
melakukan perdagangan dan pada akhirnya menjajah nusantara selama 3-5 abad.
5. Paham lenin
(xlx) menurutnya perang adalah kelanjutan politik dengan cara kekerasan,bagi
leninisme/komunisme perang atau pertumpahan darah atau revolusi di seluruh
dunia adalah sah dalam kerangka mengkomunikasikan seluruh bangsa di dunia.
6. .Paham
Lucian W.Pye dan Sidney mengatakan adanya unsur-unsur subjektifitas dan
psikologis dalam tatanan dinamika kehidupan politik suatu bangsa,kemantapan
suatu sistim politik dapat tercapai bila sistim tersebut berakar pada
kebudayaan politik bangsa yang bersangkutan.
C.
TEORI-TEORI GEOPOLITIK
a.
Federich
ratzel
1.
Pertumbuhan Negara
dapat disamakan dengan pertumbuhan
organism yang memerlukan ruang hidup melalui proses
lahir,tumbuh,berkembang,mempertahankan hidup ttapi dapat juga menyusut dan
mati.
2.
Negara
identik dengan satu ruang yang ditempati oleh kelompok politik dalam arti
kekuatan
3.
Suatu bangsa
dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya tidk terlepas dari hokum alam.
4.
Semakin
tinggi budaya bangsa,semakin besar kebutuhan atau dukungan sumberdaya alam.
Ajaran ratzel menimbulkan dua aliran yaitu:
1.
Menitik
beratkan kekuatan darat.
2.
Menitik
beratkan kekuatan laut.
b. Rudolf
kjelle.
1. Negara
sebagai satuan biologi,suatu organisme hidup,untuk mencapai tujuan Negara hanya
di mungkinkan dengan jalan memperoleh ruang atau (wilayah) yang cukup luas agar
memungkinkan pengembangan secara bebas kemampuan dan kekuatan rakyatnya.
2. Negara
merupakan suatu sistim politik atau pemerintahan yang meliputi bidang-bidang
geopolitik, ekonomi politik, demopolitik,social lpolitik dan kratopolitik
3. Negara tidak
harus bergantung pada sumber pembekalan luar,tapi harus mampu swasembada serta
memanfaatkan kemajuan budaya dan teknologi untuk meningkatkan kekuatan
nasioanal.
c.
Karl Haushofer
1. Kekuatan
imperium daratan yang kompak akan dapat mengejar kekuasaan imperium maritim
untuk menguasai pengawasan di laut.
2. Negara besar
di dunia akan timbul dan akan menguasai eropa, afrika,asia barat,serta asia
timur raya.
Teori ini pun dikembangkan di Jepang dalam ajaran Hako
Ichiu yang dilandasi oleh semangat militerisme dan fasisme. Inti teori
Haushofer adalah:
a. Suatu bangsa
dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya tidak terlepas dari hukum alam.
b. Kekuatan
imperium daratan dapat mengejar kekuasaan imperium maritime untuk menguasai
pengawasan di laut.
c. Beberapa
negara besar di dunia akan timbul dan akan menguasai Eropa, Afrika, dan Asia
Barat ( Jerman dan Italia ) serta Jepang di Asia Timur Raya.
d. Geopolitik
adalah doktrin negara yang menitik beratkan perhatian kepada soal strategis
perbatasan.
e. Ruang hidup
bangsa dan tekanan kekuasaan ekonomi dan sosial yang rasial mengharuskan
pembagian baru dari kekayaan alam dunia.
f. Geopolitik
adalah landasan ilmiah bagi tindakan politik dalam perjuangan mendapatkan ruang
hidup.
D. KONSEP-KONSEP GEOPOLITIK YANG BERKEMBANG
Konsep
tentang wawasan nusantara tidak jauh berbeda dengan konsep dari wawasan
nasional karena keduanya saling berkaitan. Dimana wawasan nusantara adalah
wawasan nasional karena cara pandang bangsa Indonesia yaitu menjamin persatuan
dan kesatuan di atas dasar kebhinekaan yang mana nantinya cara pandang ini
kemudian disebut dengan wawasan nusantara. Pengertian wawasan nusantara dapat
dilihat dari berbagai pandangan baik itu berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,
ataupun pandangan oleh para ahli. Jadi dapat disimpulkan bahwa wawasan
nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungan
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan
segenap aspek kehidupan nasional dalam rangka mewujudkan tujuan nasional.
Wawasan nasional Indonesia dibentuk dan dijiwai oleh pemahaman kekuasaan bangsa
Indonesia yang berlandaskan falsafah pancasila dan oleh pandangan geopolitik
Indonesia yang berlandaskan pemikiran kewilayahan dan kehidupan bangsa
Indonesia guna menjamin persatuan dan kesatuan bangsa.
E.
LATAR BELAKANG WAWASAN PEMIKIRAN
NASIONAL INDONESIA
Falsafah pancasila
Nilai-nilai pancasila mendasari
pengembangan wawasan nasional. Nilai – nilai tersebut adalah :
1.
Penerapan
Hak Asasi Manusia (HAM), seperti memberi
kesempatan menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing-masing.
2.
Mengutamakan
kepentingan masyarakat daripada individu dan golongan.
3.
Pengambilan
keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat.
Aspek Kewilayahan Nusantara
Pengaruh
geografi merupakan suatu fenomena yang perlu diperhitungkan, karena Indonesia
kaya akan aneka Sumber Daya Alam (SDA) dan suku bangsa.
Aspek sosial budaya
Indonesia
terdiri atas ratusan suku bangsa yang masing-masing memiliki : adat istiadat,
bahasa, agama, dan kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga tata kehidupan
nasional yang berhubungan dengan interaksi antar golongan mengandung potensi
konflik yang besar.
Aspek Kesejarahan
Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan wawasan nasional yang diwarnai
oleh pengalaman sejarah yang tidak menghendaki terulangnya perpecahan dalam
lingkungan bangsa dan Negara Indonesia. Hal ini di karenakan kemerdekaan yang
telah diraih oleh bangsa Indonesia merupakan hasil dari semangat persatuan dan
kesatuan yang sangat tinggi, bangsa Indonesia sendiri. Jadi, semangat ini harus
dipertahankan untuk persatuan dan menjaga wilayah Indonesia.
F. KONSEPSI DAN
KEDUDUKAN WAWASAN NUSANTARA
Konsepsi
wawasan nusantara
Konsepsi
wawsasan nusantara adalah keutuhan nusantara/nasional, dalam pengertian cara
pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam Iingkup nusantara dan demi
kepentingan nasional.Berarti setiap warga bangsa dan aparatur negara harus
berfikir, bersikap dan bertindak secara utuh menyeluruh dalam Iingkup dan demi
kepentingan bangsa termasuk produk-produk yang dihasilkan oleh lembaga Negara.
Kedudukan
Wawasan Nusantara
Wawasan
Nusantara dalam paradigma nasional dapat dilihat dari hirarkhi paradigma
nasional sbb:
§ Pancasila
(dasar negara) —> Landasan Idiil
§ UUD 1945
(Konstitusi negara) —> Landasan Konstitusional
§ Wasantara (Visi
bangsa) —> Landasan Visional
§ Ketahanan
Nasional (Konsepsi Bangsa) —>
Landasan Konsepsional
§ GBHN
(Kebijaksanaan Dasar Bangsa) —>
Landasan Operasional.
G. ARAH PANDANG DAN FUNGSI WAWASAN NUSANTARA
Arah pandang
:
1.
Arah Pandang Ke Dalam.
Arah pandang ke dalam bertujuan menjamin perwujudan persatuan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional, baik aspek alamiah maupun sosial. Arah pandang ke dalam mengandung arti bahwa bangasa indonesia harus peka dan berusaha untuk mencegah dan mengatasi sedini mungkin faktor-faktor penyebab timbulnya disintegrasi bangsa dan harus mengupayakan tetap terbina dan terpeliharanya persatua dan kesatuan dalam kebhinekaan
Arah pandang ke dalam bertujuan menjamin perwujudan persatuan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional, baik aspek alamiah maupun sosial. Arah pandang ke dalam mengandung arti bahwa bangasa indonesia harus peka dan berusaha untuk mencegah dan mengatasi sedini mungkin faktor-faktor penyebab timbulnya disintegrasi bangsa dan harus mengupayakan tetap terbina dan terpeliharanya persatua dan kesatuan dalam kebhinekaan
2.
Arah Pandang Ke Luar
Arah pandang ke luar ditujukan demi terjaminnya kepentingan nasional dalam duna serba berubah maupun kehidupan dalam negeri serta dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, serta kerja sama dan sikap saling menghormati. Arah pandang ke luar mengandung arti bahwa kehidupan internasionalnya, bangsa Idonesia harus berusaha mengamankan kepentingan nasionalnya dalam semua aspek kehidupan demi tercapainya tujuan nasional sesuai tertera pada Pembukaan UUD1945.
Arah pandang ke luar ditujukan demi terjaminnya kepentingan nasional dalam duna serba berubah maupun kehidupan dalam negeri serta dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, serta kerja sama dan sikap saling menghormati. Arah pandang ke luar mengandung arti bahwa kehidupan internasionalnya, bangsa Idonesia harus berusaha mengamankan kepentingan nasionalnya dalam semua aspek kehidupan demi tercapainya tujuan nasional sesuai tertera pada Pembukaan UUD1945.
Fungsi
Wawasan Nusantara adalah pedoman, motivasi, dorongan serta rambu-rambu dalam
menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan dan perbuatan, balk bagi
penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat
dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa.
H.
IMPLEMENTASI WAWASAN NUSANTARA DALAM
KERANGKA KONSEP GEOPOLITIK
1. Wawasan
nusantara sebagai pancaran filsafat pancasila
Filsafat
pancasila di yakini sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yang sesuai dengan
aspirasinya.keyakinan ini dibuktikan dalam sejarah perjuangan bagi Indonesia
sejak awal pembentukan Negara kesatuan republic Indonesia sampai
sekarang,konsep wawasan nusantara berpangkal pada dasar ketuhanan yang maha esa
sebagai sila pertama yang kedudukanya melahirkan hakikat misi manusia Indonesia
yang terjabar pada sila-sila pancasila.
2. Wawasan nusantara
dalam pembangunan
a. Perwujudan
kepulauan nusantara sebagai suatu kesatuan politik
1. Kebulatan
wilayah dengan segala isinya merupakan modal milik bersama bangsa Indonesia.
2. Beragam suku
, budaya dan bahasa daerah serta agama yang di anut nya tetap dalam kesatuan
bangsa Indonesia.
3. Secara
psikologis bangsa Indonesia merasa satu
persaudaraan,senasib,seperjuangan,sebangsa,setanah air,untuk mencapai satu
tujuan dan cita-cita yang sama.
4. Pancasila
merupakan filsafat dan idiologi pemersatu bagi Indonesia yang membimbing kea
rah tujuan dan cita-cita yang sama.
5. Pehidupan
politik di seluruh wilayah nusantara sistem hukum nasional.
6. Peseluruhan
kepulauan nusantara merupakan satu kesatuan sistem hukum nasional.
7. Bangsa
Indonesia dan bangsa lainnya ikut menciptakan ketertiban dunia dan perdamaian
abadi melalui politik luar negeri yang bebas aktif.
b. Perwujudan kepulauan nusantara
sebagai satu kesatuan ekonomi.
1. Kekayaan
diwilayah nusantara, baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik
bersama bangsa untuk memenuhi kebutuhan diseluruh wilayah Indonesia.
2. Tingkat perkembangan ekonomi harus seimbang
dan serasi diseluruh daerah tanpa mengabaikan ciri khas yang dimiliki daerah
masing-masing.
3. Kehidupan
ekonomi diseluruh wilayah nusantara diselenggarakan sebagai usaha bersama
dengan azaz kekeluargaan dalam sistem
ekonomi kerakyatan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
c. Perwujudan kepulauan nusantara
sebagai satu kesatuan sosial budaya.
1. Masyarakat Indonesia adalah satu bangsa yang
harus memiliki kehidupan serasi dengan tingkat kemajuan yang merata dan
seimbang sesuai dengan kemajuan bangsa.
2. Budaya
Indonesia adalah suatu kesatuan dengan corak ragam budaya yang menggambarkan
kekayaan budaya bangsa.
d. Perwujudan kepulauan nusantara
sebagai satu kesatuan pertahanan keamanan
1. Bahwa
ancaman terhadap satu pulau adalah ancaman juga terhadap satu bangsa.
2. Tiap-tiap
warga mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk ikut serta dalam pertahanan
dan keamanan Negara dalam rangka pembelaan bangsa dan Negara.
3. Penerapan wawasan nusantara
a) Salah satu
manfaat paling nyata dari penerapan wawasan nusantara khususnya dibidang wilayah adalah diterimanya
konsepsi nusantara diforum internasional sehingga terjaminlah integritas
wilayah territorial Indonesia
b) Pembatasan
luas wilayah sebagai ruang hidup menghasilkan sumber daya alam yang cukup besar
untuk kesejahteraan bangsa Indonesia.
c) Pertambahan
luas wilayah dapat diterima oleh Indonesia dan negra internasional
d) Penerapan
wawasan nusantara dalam pembangunan Negara diberbagai bidang tanpa berbagai
proyek pembangunan sarana dan prasarana komunikasi dan transportasi.
e) Penerapan
dibidang social budaya terlihat pada kebijakan untuk menjadikan bangsa
Indonesia yang bhineka tunggal ika tetap merasa sebangsa,setanah air, senasib,
seperjuangan dengan azaz pancasila.
f) Penerapan
wawasan nusantara dibidang pertahanan, keamanan, terlihat pada kesiagaan dan
kewaspadaan melalui sistem pertahanan, keamanan rakyat semesta untuk menghadapi
berbagai ancaman bangsa dan Negara.
4. Hubungan wawasan nusantara dan ketahanan
nasional.
Dalam
penyelenggaraan kehidupan nasional agar tetap menyerah pada pencapaian tujuan
nasional diperlukan suatu landasan dan pedoman yang kokoh berupa konsepsi
wawasan nasional. Wawasan nasional menumbuhkan dorongan dan rangsangan untuk
mewujudkan aspirasi bangsa serta kepekaan tingkat dan tujuan nasioanal
I.
TANTANGAN
DALAM MENGIMPLENTASIKAN WAWASAN NUSANTARA
1. Sikap
mental
Artinya:kesukuan, ke
daerahan, mementingkan golongan/partai.
2. Globalisasi
2. Globalisasi
Artinya :
a. Dunia tanpa batas
b. Kapitalisme baru
c. Pasar bebas/pasar dunia
a. Dunia tanpa batas
b. Kapitalisme baru
c. Pasar bebas/pasar dunia
Tantangan terhadap implementasi Wawasan Nusantara
1. Sikap mental al. kesukuan, ke daerahan, mementingkan golongan/partai
1. Sikap mental al. kesukuan, ke daerahan, mementingkan golongan/partai
2.
Globalisasi yang artinya :
a.Dunia tanpa batas
b. Kapitalisme baru
c. Pasar bebas/pasar dunia
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Dapat
disimpulkan bahwa wawasan nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang telah
menegara tenteng diri dan lingkungannya dalam eksitensinya yang serba terhubung (interaksi dan
interelasi) serta pembangunannya bernegara di tengah-tengah lingkungannya,baik
nasional,regional,maupun globa.
Konsep-konsep
geopolitik konsep tentang wawasan nusantara tidak jauh berbeda dengan konsep
dari wawasan nasional karena keduanya saling berkaitan. Dimana wawasan
nusantara adalah wawasan nasional karena cara pandang bangsa Indonesia yaitu
menjamin persatuan dan kesatuan di atas dasar kebhinekaan yang mana nantinya
cara pandang ini kemudian disebut dengan wawasan nusantara. Pengertian wawasan
nusantara dapat dilihat dari berbagai pandangan baik itu berdasarkan Pancasila
dan UUD 1945, ataupun pandangan oleh para ahli. Jadi dapat disimpulkan bahwa
wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan
lingkungan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 untuk mewujudkan persatuan dan
kesatuan segenap aspek kehidupan nasional dalam rangka mewujudkan tujuan
nasional. Wawasan nasional Indonesia dibentuk dan dijiwai oleh pemahaman
kekuasaan bangsa Indonesia yang berlandaskan falsafah pancasila dan oleh
pandangan geopolitik Indonesia yang berlandaskan pemikiran kewilayahan dan
kehidupan bangsa Indonesia guna menjamin persatuan dan kesatuan bangsa.
Konsepsi
wawsasan nusantara adalah keutuhan nusantara/nasional, dalam pengertian : cara
pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam Iingkup nusantara dan demi
kepentingan nasional.Berarti setiap warga bangsa dan aparatur negara harus
berfikir, bersikap dan bertindak secara utuh menyeluruh dalam Iingkup dan demi
kepentingan bangsa termasuk produk-produk yang dihasilkan oleh lembaga Negara.
SARAN
1.Dengan mempelajari wawasan
nusantara mahasiswa di harapkan bisa menerapakan bagaimana seharusnya
menjalankan wawasan nusantara dalam kehidupan sehari-hari.
2.Di harapkan kepada seluruh warga
Indonesia agar bisa mempertahankan jati diri bangsa Indonesia sehingga bisa
mencapai kemakmuran.
Casino Vegas Hotel, NV (Mapyro)
BalasHapusGet directions, reviews and information for Casino Vegas Hotel, NV (Mapyro) in 창원 출장안마 Las Vegas, NV. 전라북도 출장마사지 울산광역 출장안마 Hotel Casino: The 인천광역 출장샵 Linq Hotel Casino & Spa; Casino: 의정부 출장샵 The