Filsafat Islam
Filsafat
Islam
Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan
eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan
masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan
alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu
dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir
dan logika bahasa.
·
Etimologi
Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa
Arab فلسفة,
yang juga diambil dari bahasa
Yunani;
Φιλοσοφία philosophia. Dalam bahasa ini, kata ini merupakan kata majemuk
dan berasal dari kata-kata (philia = persahabatan, cinta dsb.) dan
(sophia = "kebijaksanaan"). Sehingga arti harafiahnya
adalah seorang “pencinta kebijaksanaan”.Kata filosofi yang
dipungut dari bahasa
Belanda juga
dikenal di Indonesia. Bentuk terakhir ini lebih mirip dengan aslinya. Dalam
bahasa Indonesia seseorang yang mendalami bidang falsafah disebut "filsuf".
·
Epistemologi
Epistemologi mengkaji tentang hakikat dan wilayah
pengetahuan (episteme secara harafiah berarti “pengetahuan”.
Epistemologi membahas berbagai hal tentang pengetahuan seperti batas, sumber,
serta kebenaran suatu pengetahuan.
·
Aksiologi
Aksiologi membahas masalah
nilai atau norma yang berlaku pada kehidupan manusia. Dari aksiologi lahirlah
dua cabang filsafat yang membahas aspek kualitas hidup manusia yang terdiri
dari etika dan estetika.
·
Filsafat Islam
Filsafat Islam merupakan filsafat yang seluruh
cendekianya adalah muslim. Ada sejumlah perbedaan besar antara filsafat Islam
dengan filsafat lain. Pertama, meski semula filsuf-filsuf muslim klasik
menggali kembali karya filsafat Yunani terutama Aristoteles dan Plotinus, namun
kemudian menyesuaikannya dengan ajaran Islam.
Kedua, Islam adalah
agama tauhid.
Maka, bila dalam filsafat lain masih 'mencari Tuhan', dalam filsafat Islam
justru Tuhan sudah ditemukan, dalam arti bukan berarti sudah usang dan tidak
dibahas lagi, namun filsuf islam lebih memusatkan perhatiannya kepada manusia
dan alam, karena sebagaimana kita ketahui, pembahasan Tuhan hanya menjadi
sebuah pembahasan yang tak pernah ada finalnya.
Iman,Islam, dan Ihsan
·
Iman
Iman
adl keyakinan dalam hati yg diucapkan oleh lisan & diwujudkan dalam amal
perbuatan.Keyakinan tersebut
meliputi enam rukun
iman,
yaitu iman kpd Allah, malaikat, kitab, nabi & rasul, hari akhir, qadla
& qadar.Keenam rukun iman tersebut adl bentuk amal batiniah sbg wujud
pengakuan hati manusia terhadap kebesaran Allah, yg nantinya akan mempengaruhi
segala aktifitas yg dilakukan. Manusia adl makhluk dgn segala kelebihan &
kekurangan yg ada. Keimanan akan membawa manusia ke titik penyadaran diri sbg
hamba Allah yg tunduk di bawah kekuasaan Allah.Ketika keyakinan terhadap keenam
rukun tersebut sudah tertanam dalam hati, maka tentu kita akan berusaha utk
menjalani kehidupan sesuai dgn koridor hukum Allah yg pd akhirnya akan membawa
ke arah kehidupan yg berkualitas.
· Islam
Islam dijelaskan dgn penjabaran 5 rukun Islam, yaitu syahadat, shalat, zakat, puasa
& haji.Syahadat merupakan kesaksian bahwa tiada
tuhan yg berhak disembah selain Allah & Nabi Muhammad adl utusan Allah.
Shalat merupakan bentuk hubungan vertikal secara langsung antara hamba dgn Sang
Khalik. Zakat adl wujud kepedulian sosial
terhaadap sesama manusia. Puasa merupakan ujian melawan hawa nafsu. Dan haji
adl ajang mempererat ukhuwah islamiyah dgn sesama saudara muslim dari seluruh
dunia.Kelima rukun tersebut merupakan amal lahiriah sbg perwujudan dari makna
Islam itu sendiri, yaitu kepasrahan diri secara total kpd Allah. Artinya,
kepasrahan sbg makna Islam tdk hanya disimpan dalam hati, melainkan diwujudkan
lewat perbuatan nyata yaitu kelima rukun Islam tersebut.
· Ihsan
Ihsan adl cara bagaimana seharusnya
kita beribadah kpd Allah. Rasulullah mengajarkan agar ibadah kita dilakukan dgn cara seolah kita berhadapan secara
langsung dgn Allah.
Konsep Ketuhanan dan
Aliran-aliran Teologi dalam Islam
- Dinamisme
Menurut paham ini,
manusia sejak zaman primitif telah mengakui adanya kekuatan yang berpengaruh
dalam kehidupan. Mula-mula sesuatu yang berpengaruh tersebut ditujukan pada
benda.
- Animisme
Kepercayaan kepada roh
nenek moyang. Oleh karena itu, roh dianggap sebagai sesuatu
yang selalu hidup, mempunyai rasa senang, rasa tidak senang apabila
kebutuhannya dipenuhi.
·
Politeisme
Kepercayan kepada banyak Tuhan atau Dewa.
Dewa mempunyai tugas dan kekuasaan tertentu sesuai dengan bidangnya.
- Henoteisme
Kepercayaan satu Tuhan untuk satu bangsa
disebut dengan henoteisme (Tuhan Tingkat Nasional)
·
Monoteisme
Kepercayaan terhadap satu Tuhan
Aliran-aliran
1.
Aliran Khawarij
merupakan tempat mereka menumpahakn rasa penyesalannya kapada
Ali bin abi Thalib yang mau berdamai dengan Mu’awiyah. kelompok yang
memisahkan diri (seceders) dari barisan Ali ibn Abi Thalib,
2.
Aliran Syi’ah.
Aliran
ini adalah pengikut setia Ali ibn Abi Thalib.
Filantropi Islam
Filantropi Islam dalam hal ini bisa diartikan
sebagai kegiatan, baik dilakukan oleh sebuah lembaga maupun komunitas, yang
tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, diantaranya melalui
kegiatan ‘memberi’.
Beberapa lembaga Filantropi Islam yang muncul dan berkembang
sampai sekarang:
1. Dompet Dhu’afa [Republika]
2. Rumah Zakat
3. LazizNU [Lembaga Amil Zakat
Infaq dan Shodaqah Nahdatul Ulama]
4. LazisMU [Lembaga Amil Zakat dan
Shodaqah Muhammadiyah]
5. Dewan Da’wah Infaq Club
6. BSMI [Bulan Sabit Merah
Indonesia]
7. PKPU [Pos Keadilan Peduli Umat]
Adapun kegiatan-kegiatan dari lembaga-lembaga
tersebut, kelihatannya masih terkonsentrasi pada aspek-aspek yang populis
dengan membuat program-program untuk penyantunan, perbaikan tempat ibadah,
pemberdayaan ekonomi, pelayanan kesehatan, atau juga pemberiaan beasiswa untuk
anak-anak kurang mampu.
Hukum Islam
Adapun hukum-hukum
dalam Islam secara garis besarnya adalah sebagai berikut :
- Wajib. Wajib adalah sesuatu perbuatan yang jika dikerjakan akan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan akan diberi siksa. Contoh dari perbuatan yang memiliki hukum wajib adalah shalat lima waktu, puasa di bulan ramadhan, dan Zakat.
- Mandud atau Sunnah. Mandud atau sunnah ialah sesuatu perbuatan yang dituntut agama untuk dikerjakan tetapi tuntutannya tidak sampai ke tingkatan wajib atau sederhananya perbuatan yang jika dikerjakan akan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan tidak akan mendapatkan siksaan atau hukuman. Contoh dari perbuatan yang memiliki hukum mandud atau sunnah ialah shalat yang dikerjakan sebelum/sesudah shalat fardhu.
- Haram. Haram ialah sesuatu perbuatan yang jika dikejakan pasti akan mendapatkan siksaan dan jika ditinggalkan akan mendapatkan pahala. Contoh perbuatan yang memiliki hukum haram adalah membunuh, mabuk, judi, dan sebagainya.
- Makruh. Perbuatan makruh adalah suatu perbuatan yang dirasakan jika meninggalkannya itu lebih baik dari pada mengerjakannya. Contoh dari perbuatan makruh ini adalah memakai sutra atau cincin emas bagi laki-laki.
- Mubah.
Ada yang mengartikan bahwa mubah adalah suatu perbuatan yang diperbolehkan oleh agama antara mengerjakannya atau meninggalkannya. Contoh dari mubah adalah makan, minum, bermain yang sehat dan sebagainya.
Tasawuf Islam
Tasawuf adalah penafsiran bathin (psikologis)
dari ayat-ayat Quran seperti : Perumpamaan orang-orang yang mengambil
pelindung-pelindung selain ALLAH adalah seperti laba-laba yang membuat rumah.
Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka
mengetahui (Quran, 29:41). Dalam Tasawuf, yang dimaksud pelindung dalam ayat
ini juga termasuk pelindung secara psikologis, sebagaimana kita ketahui manusia
banyak menggantungkan keberhargaan dirinya kepada dunia (seperti harta,
jabatan, pasangan, teman, dll). Dalam Tasawuf, keberhargaan diri hanya boleh
digantungkan kepada ALLAH. Karena jika memang mereka percaya ALLAH adalah yang
paling kuat dan berharga, maka menggantungkan kepada selain ALLAH adalah taghut
(sesembahan). Inilah kenapa dalam tareqahnya, seorang Sufi (penempuh Tasawuf)
harus bisa menjadikan ALLAH sebagai satu-satunya sumber kekuatan dan
penghargaan dirinya. Dalam istilah lain, Tasawuf adalah ajaran untuk mencapai
Tauhid secara bathin (psikologis).
Sebagian pendapat lagi mengatakan bahwa asal
usul ajaran tasawuf berasal dari zaman Nabi Muhammad SAW. Berasal dari kata
"beranda" (suffa), dan pelakunya disebut dengan ahl al-suffa, seperti
telah disebutkan diatas. Mereka dianggap sebagai penanam benih paham tasawuf
yang berasal dari pengetahuan Nabi Muhammad
Pendapat lain menyebutkan
tasawuf muncul ketika pertikaian antar umat Islam pada
zaman Khalifah Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib,
khususnya karena faktorpolitik.Pertikaian antar umat
Islam karena karena faktor politik dan perebutan kekuasaan ini terus berlangsung
dimasa khalifah-khalifah sesudah Utsman dan Ali. Munculah masyarakat yang
bereaksi terhadap hal ini. Mereka menganggap bahwa politik dan kekuasaan
merupakan wilayah yang kotor dan busuk. Mereka melakukan gerakan ‘uzlah ,
yaitu menarik diri dari hingar-bingar masalah duniawi yang seringkali menipu
dan menjerumuskan. Lalu munculah gerakan tasawuf yang di pelopori oleh Hasan Al-Bashiri pada
abad kedua Hijriyah
Komentar
Posting Komentar